Saturday , 24 June 2017
Indonesia | English
Artikel
Artikel
Kriteria Pemilihan Air Intake Filter untuk gas Turbine
LATAR BELAKANG ;

Tulisan ini dibuat dalam rangka memperkaya wawasan dan berbagi informasi se-objective mungkin mengenai kriteria pemilihan air intake filter dan stadarisasi teknis untuk membantu user/operator gas turbine, atau bagi siapa saja yang membutuhkan untuk digunakan sebagai acuan dalam menyeleksi air intake filter untuk mendapatkan yang terbaik sesuai dengan norma-norma Standard Quality EN dan ASHRAE.

Maksud dan Tujuan ;

Jika user/customer dapat menerapkan sistim kriteria ini menjadi bagian dari persyaratan teknis dan spesifikasi tender mereka, maka diharapkan hasilnya adalah;
  1. Akan didapatkan intake air filter terbaik untuk gas turbine customer berdasarkan kondisi polusi udara sesuai lokasi setempat.
  2. Akan lebih dapat dipastikan bahwa supplier akan menyerahkan filter dengan kwalitas yang terbaik sesuai yang ditentukan dan mempersempit kemungkinan supplier dapat mengurangi kwalitas filter dari standard.
  3. Customer mendapatkan harga yang kompetitif sesuai dengan kwalitas barang (apple to apple).
  4. Dalam hal ini, customer agar dapat memeriksa dengan menggunakan pihak ketiga (Laboratorium Independen) untuk men-test secara random barang yang dikirim oleh supplier pemenang tender, guna memeriksa apakah fiter yang dikirim telah sesuai dengan spesifikasi yang dijanjikan oleh supplier dan sesuai dengan yang disyaratkan oleh customer, sebelum atau sesudah filter itu dipergunakan.


DEFENISI (DEFINITION) :
  • Initial Pressure drop : This is the pressure drop of the filter when the filter is new and no dust is loaded.
  • Initial efficiency       : More than 10 different particle sizes are measured during the tests at the same time. These are between 0.2 and 10 micron particles. For each particle size the efficiency is measured before any dust load.
  • Dust holding capacity: The Ashrae dust is loaded 4 times to the filter. When the required final pressure drop is reached the dust loading is stopped. Dust holding capacişty of a filter determines the service life of the filter.
  • Average efficiency    :After each dust load the particle efficiencies are measured. At the end of the test the average of the measured efficiencies are calculated. This determines the filter average efficiency and filter class.
  • Discharged efficieny    : Some synthetic filters in the market are electro-charged in order to have high initial efficiency. For example some manufacturers applies electro-charge on their media. However after some time (couple of weeks) the electro-charge disappears on the media and the efficiency of the filter is reduced a lot. In order to determine the real efficiency the filters are discharged by using a chemical and tested. Normally on a good quality filter there should not be any difference between a discharged efficiency and standard efficiency.

PARAMETER STANDARD

Badan yang menetapkan standarisasi parameter Intake Air Filter, adalah:
  •  ASHRAE 52.2:2007 (American Society of Heating, Regrigeration and Air-conditioning Engineers).
  • EN779:2002 (European Standards)
 
Kedua asosiasi tersebut di atas adalah badan yang berwenang menetapkan norma-norma dan standard serta metode pengujian untuk uji kwalitas intake air filter sesuai dengan norma-norma yang diakui dan diterima secara international khususnya oleh para OEM Gas Turbine dunia. Memang masih ada norma lainnya tetapi yang saat ini dianggap paling sesuai dengan kondisi di Indosia adalah kedua lembaga itu.
Kedua Badan standarisasi tersebut di atas memberikan ide kepada user/customer tentang batasan dan parameter apa saja yang menjadi landasan penting untuk penilaian baik atau buruknya suatu intake air filter.

Adapun spesifikasi teknis tender disarankan memuat parameter-parameter di bawah ini, hal mana dapat ditentukan batas standard yang diinginkan oleh tim teknis atau panitia tender, sehingga menjadi kewajiban bagi para peserta tender untuk dapat memenuhi kwalifikasi standard seperti yang telah ditetapkan dan diminta dalam spesifikasi tender, diantaranya poin-point yang paling penting yang dapat kami usulkan adalah sbb;
  1. Pressure drop permulaan (Initial Pressure Drop) filter baru yang rendah: ………pa .(Max); Kriteria: yang terendah yang terbaik (bandingkan satu sama lain merk).
  2. Efisiensi permulaan yang tinggi (Initial Efficiency): ……….% (Min); Kriteria: yang tertinggi adalah yang terbaik.
  3. Rata-rata efisiensi yang tinggi:……….% (max); maksudnya ialah, banyak filter hanya pada permulaannya saja (saat filter masih baru) efisiensinya tinggi, tetapi setelah dipakai beberapa saat (beberapa minggu atau bulan saja), performa filter langsung drop. Ini mungkin bisa terjadi karena beberapa filter menggunakan electrostatic potential untuk meningkatkan efisiensi mereka dan saat filter dipergunakan electrostatic power hilang dan effisiensi pun drop seketika. Dan juga ini dipengaruhi faktor pemilihan bahan material filter (jenis media).
  4. Kapasitas penampungan partikel debu (holding capacity) dalam filter berdasarkan kriteria/standard ASHRAE. Dimana kapasitas ini dipengaruhi oleh surface area/luas permukaan filter dan daya tangkapnya (arrestance) terhadap debu/polutant udara. Kriteria: semakin besar semakin baik. Dibuktikan dengan hasil test dari lab independen yang merujuk pada ASHRAE 52.1
  5. Efeisiensi filter saat diserahkan harus disertai dengan hasil test independen untuk membuktikan bahwa data yang disajikan pada brosur/spek teknis yang diajukan dalam berkas tender benar-benar sesuai dengan kenyataan (pembuktian melalui test laboratorium independen).


SIAPA YANG ACCREDITED MELAKUKAN TEST :

The independent test companies such as AFTL/USA, Intertek/USA, VTT/Finland, SP/Sweden, etc. follow the standards of Ashrae or EN (European Norms) and make their tests and submit test reports. There are some accreditation companies which make periodically analysis and check on the test benches and test methods of these test companies and accredite and approve them.


MENGAPA PRESSURE DROP DAN ARRESTANCE PENTING DIPERHATIKAN DALAM MENYELEKSI INTAKE AIR FILTER?

Peressure drop permulaan (initial pressure drop) sangat penting diperhatikan pada setiap pengoperasian gas turbine. Sebab, jika didapatkan pressure drop yang rendah itu berarti akan diperoleh kesempatan untuk memasukkan udara lebih maksimal (increase compressor air discharge pressure) dan menghasilkan power lebih maksimal pula.

Diketahui bahwa setiap 50Pa pressure drop mengakibatkan menurunkan daya mampu 0.1%, ini tentu cukup signifikan dan seyogiyanya harus dihindarkan sedapat mungkin..
 
Di sisi lain, filter itu sendiri harus mempunyai konstruksi yang kuat dan tahan terhadap peningkatan pressure drop hingga level maksimum selama masa operasi pemakaian intake air filter. Jika sebuah filter lemah konstruksinya maka akan beresiko terhadap kemanan GT karena bisa berpotensi seperti filter ‘collapse’ hingga potensi timbulnya FOD (Foreign Object Dissarter) pada gas turbine. Tingkat resistensi minimum yang disyaratkan biasanya adalah 5000Pa.


APA YANG DAPAT KAMI KERJAKAN UNTUK ANDA ?

Filter MIKROPOR sendiri didesain dapat bertahan (resistent) hingga lebih dari 10.000Pa pada pressure drop, itu artinya konstruksinya sangat kuat. Juga perlu diingat bahwa ada terdapat ratusan bahkan ribuan unit filter terpasang dalam 1 (satu) unit GT, dimana aliran udara tidak akan pernah merata antara atau sama satu sama lain unit filter di dalam satu ‘filter housing’. Umumnya unit filter yang terdekat dengan ‘suction’ akan mendapat aliran udara lebih besar dan yang lebih jauh dari ‘suction’ mendapatkan aliran udara lebih sedikit. Itulah sebabnya filter terdekat dengan suction umumnya menjadi lebih cepat kotor. Dengan demikian dapat dipahami pada filter yang terpasang bisa mempunyai ‘pressure drop’ yang berbeda-beda, jika misalkan operator menetapkan final pressure drop sampai 1500Pa (6 in.wg.), mungkin saja di beberapa titik pada filter yang terpasang pressure drop-nya mencapai 2000Pa atau 2500Pa.  Dan jika konstruksi filter tersebut tidak benar-benar kuat maka kemudian dapat collapse dan membahayakan pada gas turbine.

ARRESTANCE  adalah menyangkut kemampuan filter untuk menangkap atau menahan partikel kotoran udara. Ini ditentukan oleh pemilihan jenis filter berdasarkan filter rating (G1 s/d F9 atau bahkan HEPA Filter H10 s/d H14) dan juga tergantung jenis material media filter. Arrestance harus mempertimbangkan permeability dimana kebanyakan keduanya berbanding terbalik. Contoh: material cellulose baik dalam arrestance tetapi tinggi dalam pressure drop karena permeability-nya lebih rendah. Sedangkan synthetic fibers, lebih rendah dalam arrestance tetapi lebih tinggi dalam permeability. Maka, kombinasi kedua material ini adalah pilihan lebih baik untuk mendapatkan tingkat permeabilitas dan arrestance yang optimal, dan masing-masing pabrikan (manufacturer) punya keunggulan, dan perlu dibuktikan dengan certificate mutu, yaitu test laboratorium independent.


PENUTUP

Demikian hal ini disampaikan semoga dapat bermanfaat untuk membantu customer dalam menentukan spesifikasi yang lebih baik dan mendapatkan filter yang terbaik pula untuk efisiensi turbin gas anda.

Tim Penulis,
PT ZEFA VALINDO JAYA
The Sole Agent of MiKROPOR in Indonesia