Saturday , 26 September 2020
Indonesia | English
Our Product
ZefaTech; AOP, ATCS, EC, Reverse Osmosis, WTP/STP/WWTP dan Water Filtration System

>> BUSINESS LINES AND PRODUCT PDF

ELECTROCHLORINATION

Apa yang dimaksud dengan Elektroklorinasi (EC)?

 

Elektroklorinator atau elektroklorinasi adalah unit proses untuk menghasilkan klorin (Cl2) dengan menjalankan arus listrik melalui air yang mengandung garam atau klorida. Prinsip  kerjanya berdasarkan proses elektrolisis. Klorin ini digunakan untuk disinfektasi/mensterilkan air dan membuatnya aman untuk digunakan manusia, seperti untuk air minum, kolam renang dan perawatan menara pendingin/cooling tower dan mungkin untuk berbagai keperluan lainnya yang memerlukan klorin.


Bagaimana cara kerjanya EC ?

Proses yang terjadi pada elektroklorinasi (EC) sebenarnya dapat dikatakan agak sederhana. Proses utama yang terjadi adalah elektrolisis air + garam untuk menghasilkan larutan klorin. Ini terjadi ketika air yang mengandung garam klorida dilewatkan melalui sel-sel elektroda atau bahkan bisa terjadi jika ada cukup unsur klorida (Cl-) yang terkandung dalam air umpan atau air tersirkulasi contohnya seperti pada suatu menara pendingin/cooling tower.

Langkah pertama adalah menghilangkan kelebihan padatan dari air garam. Selanjutnya, saat air garam mengalir,  dialirkan diantara dua kutub elektroda yaitu satu sisi adalah katoda, yang lain adalah anoda. Ketika air mengalir melalui celah katoda-anoda, arus DC tegangan rendah dijalankan. Ketika ini dijalankan, proses elektrolisis terjadi dan klorin (Cl2) atau natrium hipoklorit (NaOCl) akan diproduksi serta gas hidrogen (H2) sebagai sisa.

Klorin yang tercampur hidrogen kemudian dialirkan ke tangki guna menghilangkan gas hidrogen yang akan rilis ke udara. Mekanisme dehidrogenisasi bervariasi tergantung unitnya tetapi prosesnya umumnya sama. Setelah hidrogen dikeluarkan dari larutan klorin, maka klorin disimpan dalam tangki sebagai produk akhir berupa klorin cair. Tidak ada bahan kimia lain yang digunakan selain garam biasa atau natrium klorida (NaCl) ataupun unsur klorida alami yang umumnya terkandung atau terkonsentrasi di dalam air itu sendiri. Meskipun aktualnya proses kimia yang terjadi adalah kompleks, reaksi pembentukannya dapat secara sederhana dijabarkan melalui persamaan berikut:

2NaCl (atau KCl) + 2H2O → Cl2 + H2 + 2NaOH (atau KOH)

Dengan kata lain ini berbunyi: energi ditambahkan ke natrium klorida (garam meja) dalam air, menghasilkan natrium hipoklorit (NaOCl) dan gas hidrogen (H2).


Mengapa kita membutuhkan EC?

Dengan menggunakan EC, kita dapat menghasilkan klorin secara in-situ dari klorida alami dalam air sumber / air asin. Jadi tidak perlu menyimpan bahan kimia berupa natrium hipoklorit atau kaporit maupun bahan-bahan kimia lainnya yang biasanya banyak digunakan seperti untuk pengolahan air pendingin/cooling water treatment misalnya. Tidak perlu transportasi dan risiko berbahaya. Tidak ada risiko penurunan atau degradasi terhadap kadar klorin sehingga pendosisan lebih akurat dan sangat sedikit risiko terhadap lingkungan karena kita dapat meminimalisir penggunaan bahan kimia. Penerapan EC untuk sistem air pendingin evaporasi terbuka dapat secara efektif mencegah kerak dan korosi tanpa menggunakan tambahan bahan kimia biocides, corrosion inhibitor  maupun antiscalant. Dan kita dapat menghemat sampai 50% total pemakaian make up water karena batas maksimum konduktivitas atau TDS dapat lebih tinggi hingga 4.500 microsiemens, itu berarti siklus konsentrasi semakin besar sehingga mengurangi pembuangan air melalui blowdown. Untuk pemanfaatan EC di perusahaan air minum (PDAM) keuntungannya ialah tidak perlu menyimpan stok kaporit dan penanganan serta penggunaan lebih mudah dan lebih mudah dikontrol serta klorin yang dihasilkan lebih murni karena itu akan meminimalisir zat pengotor lain yang terikut kedalam air bersih sebagai residu yang tidak diinginkan.


Keuntungan menggunakan EC:

  • 100% tanpa penggunaan bahan kimia
  • Penggunaan kembali air 100% karena tidak ada residu bahan kimia lain yang ditambahkan
  • Penghematan hingga 50% air pada menara pendingin/cooling tower karena limit konsentrasi air (TDS) dapat ditingkatkan
  • Penghematan energi hingga 30% karena peningkatan cooling difference pada suatu sistim pertukaran panas (H/E)
  • Meningkatkan waktu kerja pabrik karena menghindari shutdown yang tidak perlu
  • Mencegah pembentukan kerak saat digunakan untuk sistem menara pendingin/cooling tower karena memungkinkan untuk menghilangkan kesadahan sementara yang menyebabkan kerak
  • Menghambat korosi karena semua ion lainnya tetap berada di dalam air, membuat air menjadi tidak korosif karena air bersifat netral atau alkali

 

Kami bekerja sama dengan CQM selaku OEM kelas dunia dapat menyediakan EC untuk memenuhi kebutuhan Anda :

Kami nantikan pertanyaan dan permintaan anda, jangan sungkan untuk dapat konsultasi dan minta penawaran hubungi kami.