Client

PT Denki Engineering

Nama Proyek

Pemeliharaan dan Troubleshooting Softener WTP

Lokasi

Bekasi

Tanggal

13 August 2026


Jasa Maintenance Water Softener WTP untuk Mengatasi Hardness dan Garam yang Tinggi

Apa Itu Water Softener?

Softener atau water softener adalah sistem pengolahan air yang digunakan untuk mengurangi kesadahan (hardness) dengan menukar ion penyebab hardness, terutama kalsium (Ca²+) dan magnesium (Mg²+), menggunakan media resin penukar ion.

Water softener banyak digunakan pada sistem Water Treatment Plant (WTP) dan aplikasi industri yang membutuhkan air dengan tingkat hardness yang terkontrol.

 

 

Fungsi Water Softener pada Sistem WTP

 

Water softener berfungsi untuk membantu:

  • Mengurangi hardness dalam air
  • Mengurangi kandungan ion kalsium dan magnesium
  • Mencegah pembentukan scale pada peralatan
  • Menjaga kualitas air untuk kebutuhan utility dan proses

 

 

Maintenance & Troubleshooting Sistem Softener

PT Zefa Valindo Jaya melakukan pekerjaan maintenance dan troubleshooting sistem softener pada WTP A dan WTP B disalah satu perusahaan infrastruktur digital. Permasalahan yang ditemukan terdiri dari dua kondisi berbeda.

 

WTP A – Hardness Melebihi Batas

Hasil monitoring menggunakan Testomat EVO menunjukkan hardness sedikit di atas batas alarm yang ditetapkan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sistem softener belum bekerja secara optimal.

Kemungkinan awal penyebab permasalahan hardness WTP A:

1. Resin penukar ion pada water softener diduga telah jenuh sehingga tidak mampu menghilankan ion penyebab kesadaan secara optimal. Kondisi ini dapat disebabkan oleh belum dilakukannya proses regenerasi (backwash dan brine regeneration),

2. Jumlah garam pada tangki brine yang habis atau tidak mencukupi

3. System injeksi brine yang tidak berfungsi dengan baik

4. Gangguan pada control valve

5. Resin yang telah mengalami kerusakan atau penurunan kapasitas pertukaran ion akibat usia pakai atau penggunaan yang berkepanjangan.

 

Tim ZEFA kemudian melakukan penambahan garam pada Brine Tank, dan melakukan proses regenerasi pada unit softener dengan tahapan sebagai berikut :

1. Brine Injection: Proses injeksi larutan garam (brine) ke dalam media softener untuk melakukan regenerasi media.

2. Brine Inlet: Proses kontak larutan brine dengan media resin untuk menggantikan ion hardness yang terikat pada resin

3. Rinse: Proses pembilasaan media softerner menggunakan air untuk menghilangkan sisa larutan brine dan ion hardness yang terlepas dari resin.

Setelah dilakukan proses regenerasi sebanyak 3 kali, hasil monitoring pada Testomat menunjukan bahwa parameter hardness masih masih dalam kondisi merah.

Berdasarkan hasil problem solving, salah satu indikasi penyebab adalah media/resin softener sudah mengelamai kejenenuhan (exchausted), sehingga proses regenerasi yang dilakukan belum mampu mengembalikan kapasitas pertukaran ion resin secara optimal.

Sebagai tidak lanjut, direkomendasikan dilakukan isnpeksi dan evaluasi terhadap kondisi media/resin dan system softener. Apabila hasil pemeriksaan menunjukan bahwa resin telah megalamani penurunan kapasitas yang signifikan dan tidak dapat diregenerasi secara efektif, maka perlu dipertimbangkan penggantian media/resin softener untuk mengembalikan performa pengolahan dan memastikan kualitas air outler memenuhi parameter hardness yang dipersyaratkan.

 

 

WTP B – Air Utility Terasa Payau (Kandungan Garam Tinggi)

Pada WTP B, permasalahan yang ditemukan adalah air supply menuju utility gedung terasa payau, yang kemungkinan dikarenakan proses brine inlet dimana air garam berkontak dengan media, dan proses rinse (auto) selanjutnya kurang optimal.

Tim ZEFA melakukan penelusuran jalur perpipaan dan memastikan supply berasal dari WTP B.

Selanjutnya dilakukan proses rinse sebanyak 3 kali pada softener untuk membantu menurunkan kandungan garam pada air. Proses rinse sudah terautomatisasi 20 menit. Kemudian dilakukan pengambilan sampel air sebelum dan sesudah proses rinse untuk membandingkan nilai TDS.

Setelah proses rinse dilakukan, nilai TDS mengalami penurunan sekitar 59,6% dibandingkan kondisi awal. Hasil ini menunjukkan bahwa proses rinse berhasil dan air utility sudah tidak terasa payau.

 

 


Hubungi kami untuk konsultasi gratis!


Sertifikasi